Laporan Tahunan Mengacu pada Ketentuan Peraturan OJK nomor 48/POJK.03/2017 Tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat

Dalam rangka pemantauan keadaan usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) oleh publik, BPR diwajibkan untuk menyampaikan laporan dan/atau informasi sesuai dengan jenis, waktu, cakupan, dan bentuk yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Jenis laporan dan/atau informasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan adalah Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Publikasi. Hal tersebut ditetapkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 48/POJK.03/2017 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat yang telah diberlakukan sejak 12 Juli 2017 dan ketentuan pelaksanaannya Surat Edaran OJK no 39/SEOJK.03/2017 yang telah diberlakukan sejak 19 Juli 2017.

Laporan Tahunan

Laporan Tahunan disusun untuk memberikan gambaran lengkap mengenai kinerja BPR dalam kurun waktu 1 (satu) tahun yang antara lain berisi informasi umum dan Laporan Keuangan Tahunan.

Agar Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Publikasi dapat diperbandingkan, penyajian laporan tersebut wajib didasarkan pada standar akuntansi keuangan yang berlaku bagi BPR dan Pedoman Akuntansi bagi BPR (PA BPR).

Ketentuan Penyampaian Laporan Tahunan:

  • BPR wajib menyampaikan Laporan Tahunan  kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat akhir bulan April setelah Tahun Buku berakhir
    Laporan Tahunan  wajib ditandatangani paling sedikit oleh 1 (satu) anggota Direksi BPR dengan mencantumkan nama secara jelas.
  • Bagi BPR dengan total aset paling sedikit Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) Laporan Keuangan Tahunan yang disampaikan dalam Laporan Tahunan wajib diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
  • Bagi BPR yang mempunyai total aset kurang dari Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah), Laporan Keuangan Tahunan yang disampaikan dalam Laporan Tahunan yaitu Laporan Keuangan Tahunan yang telah dipertanggungjawabkan oleh Direksi dalam rapat umum pemegang saham.

Sanksi:

  • BPR yang terlambat menyampaikan Laporan Tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) per hari keterlambatan.
  • BPR yang tidak menyampaikan Laporan Tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan, dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
  • BPR yang telah menyampaikan Laporan Tahunan, namun penyusunan dan penyajiannya tidak sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai transparansi kondisi keuangan BPR dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) apabila setelah diberi surat peringatan sebanyak 2 (dua) kali oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan tenggang waktu 2 (dua) minggu untuk setiap surat peringatan, BPR tidak memperbaiki dan tidak menyampaikan laporan dimaksud.

Apa yang harus dimuat dalam Laporan Tahunan?

Laporan Tahunan paling sedikit memuat hal-hal berikut:

LT1

LT2

LT3

LT4

 

 

 

 

 

Advertisements
Posted in bank perkreditan rakyat, bpr, Uncategorized | Leave a comment

Topik Pelatihan Februari 2018

2018 – Februari/Maret

Materi Pelatihan: Penerapan Fungsi Kepatuhan

Cover KepatuhanSeperti diketahui bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah memberlakukan peraturan nomor 4/POJK/03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat. Dalam peraturan tersebut diatur adanya kewajiban BPR menyampaikan laporan-laporan terkait dengan penerapan tata kelola, yaitu:

  1. Laporan pokok-pokok pelaksanaan tugas Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan (paling lambat 3 bulan setelah tahun laporan berakhir)
  2. Laporan penerapan tata kelola beserta hasil self assessment (paling lambat 4 bulan setelah tahun laporan berakhir)

Sehingga untuk penerapan pada tahun 2017, BPR wajib menyampaikan laporan sebagaimana yg dimaksud butir 1)  paling lambat 31 Mar 2018 dan laporan sebagaimana yg dimaksusd pada butir 2) paling lambat 30 Apr 2018.

Mengingat masih ada BPR yang belum sepenuhnya memahami dan mampu menyusun kebijakan, prosedur maupun laporan-laporan, maka topik pelatihan tentang penerapan fungsi kepatuhan masih relevan untuk diselenggarakan.

Pelatihan ini akan diselenggarakan sebagai berikut:

  • Metode pelatihan:
    • Presentasi
    • Diskusi
    • Latihan
  • Tujuan pelatihan:

Diharapkan peserta mampu:

  1. melaksanakan tugas dan tanggung jawab fungsi kepatuhan
  2. menyusun dan mengkinikan kebijakan dan prosedur kepatuhan
  3. melakukan self assessment tata kelola, baik secara manual maupun dengan menggunakan aplikasi berbasis excel.
  4. membuat laporan pokok-pokok pelaksanaan tugas Dir Kepatuhan
  5. membuat laporan penerapan tata kelola
  • Hak & Kewajiban Peserta
    • Mendapatkan modul pelatihan (hardcopy)
    • Mendapatkan flashdisk berisi jobdesc, sisdur, aplikasi self assessment, laporan-laporan
    • Mendapatkan sertifikat pelatihan
    • Sebaiknya membawa laptop

Jadwal Pelatihan:

  1. Bekasi, hotel Harris, 8/02/2018 (terlaksana, 43 peserta)
  2. Pekanbaru, hotel Grand Suka, 10/02/2018 (terlaksana, 28 peserta)
  3. Karawang, hotel Grand Citra, 21/02/2018 (terlaksana, 23 peserta)
  4. Jakarta, hotel Luminor, 23/02/2018 (terlaksana, 47 peserta)
  5. Cirebon, hotel Grage, 03/03/2018 (terlaksana, 52 peserta)
  6. Lombok, hotel Lombok Plaza, 10/03/2018 (terlaksana, 44 peserta)
  7. Bandungan, hotel Griya Persada, 14/03/2018 (terlaksana, 37 peserta)
  8. Kendari, hotel Kubra, 17/03/2018 (terlaksana, 26 peserta)
  9. Yogya, hotel Inside, 24/03/2018
  10. Pontianak, hotel Garuda, 27/03/2018

 

Untuk jadwal pelatihan di luar Jakarta, silahkan hubungi pengurus asosiasi setempat.

 

 

 

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Pentingnya Memiliki Employability Skills

 Mungkin kita sering dengar orang berbicara soal “bekerja keras“, “bekerja cerdas“, dan “bekerja ikhlas“, ya memang ketiga hal tersebut diperlukan untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja.

Bekerja keras dipahami sebagai bekerja dengan tekun dan tidak bermalas-malasan.

Bekerja cerdas dipahami sebagai bekerja dengan menggunakan keahlian, bukan asal-asalan.

Bekerja ikhlas dipahami sebagai bekerja dengan sepenuh hati dan tidak ada perasaan terpaksa.

Para motivator mengatakan bahwa kita harus punya alasan yang tepat mengapa kita bekerja? Ya itu juga benar, karena dengan adanya alasan yang tepat akan memberi motivasi kepada kita untuk bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Untuk sukses berkarir, seseorang juga perlu memiliki employability skills. Tulisan berikut dikutip dari tulisan saya di majalah Media BPR edisi Agustus-September 2017.

Apa sih employability skills itu?

International Labour Organization (ILO) mendefinisikan employability skills sebagai keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mempertahankan suatu pekerjaan, berkembang di tempat kerja dan bisa menghadapi perubahan, mendapatkan pekerjaan lain jika ia ingin berhenti atau diberhentikan dan bisa kembali ke dunia kerja dengan mudah di waktu yang berbeda di dalam siklus hidupnya (Cleary et al, 2006; Brewer, 2013).

Berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan nomor 161 tahun 2015 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pendidikan Golongan Pokok Jasa Pendidikan Bidang Standarisasi, Pelatihan dan Sertifikasi,  employability skills didefinisikan sebagai kemampuan dasar yang menunjang pelaksanaan pekerjaan, terdiri dari 8(delapan) aspek, yaitu: komunikasi, kerjasama tim, penyelesaian masalah, inisiatif dan usaha, perencanaan dan pengorganisasian, pengelolaan diri, kemampuan belajar, dan penggunaan teknologi.

8 Aspek Emloyability Skills

  1. Ketrampilan komunikasi (communication skills) yang berkontribusi dalam hubungan yang produktif dan harmonis antara kolega profesi dan pelanggannya;
  2. Ketrampilan kerjasama tim (team work skills) yang akan berkontribusi hubungan kerja dan keluaran (outcomes) yang produktif;
  3. Ketrampilan menyelesaikan masalah (problem-solving skills) yang berkontribusi dalam menghasilkan keluaran yang produktif;
  4. Ketrampilan berinisiasi dan kewirausahaan (initiative and enterprise skills) yang berkontribusi pada keluaran yang inovatif;
  5. Ketrampilan dalam perencanaan dan pengorganisasian (planning and organising skills) yang berkontribusi dalam perencanaan strategis jangka pendek dan jangka panjang;
  6. Ketrampilan dalam pengelolaan diri (self-management skills) yang berkontribusi dalam pertumbuhan dan kepuasan diri dari profesi;
  7. Ketrampilan untuk belajar (learning skills) yang berkontribusi dalam peningkatan/perbaikan berlanjut dan ekspansi keluaran (outcomes) dan ekspansi tenaga dan operasi organisasi; dan
  8. Ketrampilan menggunakan teknologi (technology skills) yang berkontribusi pada eksekusi tugas yang efektif dan efsien.

Employability skills atau kecakapan bekerja perlu dimiliki oleh sumber daya manusia di semua jenjang karir di dunia kerja.  Dengan demikian, para pekerja selalu dapat bekerja dengan efektif dan efisien, sehingga memberikan dampak positif bagi kemajuan perusahaan. Berarti hanya perusahaan-perusahaan yang para pekerjanya memiliki kecakapan bekerja yang mumpunilah yang dapat berkembang dengan baik.

Perkembangan ekonomi global, teknologi informasi dan komunikasi menuntut tingkat kompetensi yang mampu secara cepat mengantisipasi setiap perubahan dan perkembangan, sehingga tuntutan kecakapan bekerja menjadi terus berkembang juga. Jadi kecakapan bekerjapun harus terus diasah seiring dengan perubahan dan perkembangan tersebut.

Mengasah Diri Kecakapan Bekerja:

1. Mengasah Ketrampilan komunikasi (communication skills)

  • Bicara jelas dan langsung, tidak berbelit-belit;
  • Mendengarkan dengan cermat terhadap instruksi dan informasi;
  • Membaca dan interpretasi instruksi kerja dengan cermat;
  • Membaca dan interpretasi rambu-rambu keamanan dan keselamatan.

2. Mengasah Ketrampilan bekerja dalam kelompok (team work skills)

  • Menerapkan kerja kelompok dalam situasi tertentu;
  • Berkontribusi positif dalam perencanaan dan eksekusi pelaksanaan;
  • Berpartisipasi dalam keputusan tim;
  • Bekerja kooperatif dengan orang lain.

3. Mengasah Ketrampilan mengatasi masalah (problem-solving skills)

  • Menganalisis dampak ataupun risiko pada setiap tindakan;
  • Menyesuaikan metode kerja dalam merespon perubahan situasi dan kondisi.

4. Mengasah Ketrampilan berinisiasi dan kewirausahaan (initiative and enterprise skills)

  • Mengidentifikasi potensi risiko;
  • Mandiri dalam adaptasi terhadap perubahan kondisi kerja atau perbedaan area kerja;
  • Mengidentifikasi potensi peningkatan efisiensi;
  • Mengidentifikasi potensi peningkatan dan pengembangan usaha.

5. Mengasah Ketrampilan perencanaan dan pengorganisasian (planning and organising skills).

  • Mengelola waktu dan prioritas untuk menyelesaikan pekerjaan;
  • Mengidentifikasi dan dapatkan peralatan yang tepat;
  • Mengidentifikasi potensi risiko dan mempersiapkan respon yang tepat;
  • Mengikuti prosedur dan teknik yang relevan dengan peralatan dan pekerjaan yang dilakukan

6. Mengasah Ketrampilan dalam managemen diri (self-management skills)

  • Bertanggung jawab atas perencanaan dan prioritas mengorganisir pekerjaan sendiri dan menyelesaikan tugas yang ditugaskan
  • Memantau kinerja sendiri untuk memastikan pekerjaan akan selesai dengan baik dan tepat waktu
  • Mengidentifkasi standar kerja yang diharapkan di tempat kerja.

7. Mengasah Ketrampilan untuk belajar (learning skills)

  • Mempelajari cara-cara baru untuk bekerja
  • Mencari informasi untuk meningkatkan kinerja dari orang-orang dan dokumen kerja seperti peraturan, kebijakan, prosedur dll
  • Mengidentifikasi karakteristik peralatan, keterbatasan dan kemampuan teknis,
  • Mempelajari penyebab terjadinya risiko dan cara-cara untuk mengeliminir risiko.

8. Mengasah Ketrampilan teknologi (technology skills).

  • Menggunakan teknologi yang sesuai untuk proses kerja
  • Menggunakan teknologi yang sesuai untuk memantau dan melaporkan kemajuan kerja
  • Menggunakan teknologi komunikasi sesuai untuk mendukung kelancaran komunikasi dan pekerjaan

 

Bagaimana peran sertifikasi terhadap pengakuan kecakapan bekerja bidang BPR?

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor 322 tahun 2016 tentang Penetapan Standar Komptensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Bank Perkreditan Rakyat, walaupun tidak secara eksplisit menyebutkan terkandung employability skills, tetapi pada penyusunannya Tim Perumus SKKNI telah memasukkan aspek-aspek employability skills yang tercermin pada bagian-bagian dari standar, terutama pada kriteria-kriteria unjuk kerja, batasan variabel dan panduan penilaian.

Kegiatan pelatihan yang berbasis kompetensi perlu diarahkan untuk mengantarkan para peserta pelatihan menguasai kecakapan bekerja yang didukung oleh materi dan strategi pembelajaran. Materi pembelajaran tentunya harus dapat menuntun peserta pelatihan mampu mencapai setiap kriteria unjuk kerja dan memenuhi batasan variabel, termasuk memiliki pengetahuan dan berbagai keterampilan yang memadai.

Pengakuan kompetensi yang dibuktikan dengan selembar sertifikat kompetensi tentu harus dapat menjamin kemampuan seorang pekerja memang mampu mencapai setiap kriteria unjuk kerja serta memiliki kecakapan bekerja. Untuk itu, pengembangan perangkat asesmen maupun rencana asesmen perlu dirancang sedemikian rupa dan menggunakan metode asesmen yang sesuai agar peserta asesmen dapat menunjukkan seluruh kemampuannya selama periode asesmen dilakukan.

*** Salam Kompeten ***

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jadwal Pelatihan Terkini

2018 – Januari

Materi Pelatihan: Audit Intern

  • Metode pelatihan:
    • Presentasi
    • Diskusi
    • Latihan kelompok
  • Tujuan pelatihan: Diharapkan peserta mampu:
    • Memahami sistem pengendalian intern
    • Memahami Teknik-teknik pemeriksaan
    • Membuat Rencana Audit Tahunan sesuai SEOJK
    • Membuat Program Audit
    • Membuat Kertas Kerja Audit
    • Melaksanakan Audit
    • Merumuskan temuan audit dan rekomendasi audit
    • Membuat laporan hasil audit
    • Membuat laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit
  • Hak & Kewajiban Peserta
    • Mendapatkan modul pelatihan (hardcopy)
    • Mendapatkan flashdisk berisi contoh-contoh program audit, kertas kerja audit, memo audit, laporan hasil audit, laporan pelaksanaan & pokok-pokok hasil audit, serta surat penugasan audit.
    • Mendapatkan sertifikat pelatihan
    • Sebaiknya membawa laptop

Jadwal Pelatihan

  1. Yogyakarta:  Hotel Tara, Jl. Magelang no 129, Yogyakarta, 13 Jan 2018
  2. Semarang, Hotel Candi Indah, Semarang, 16-17 Jan 2018
  3. Padang: Hotel Rocky, Padang, 20-21 Jan 2018
Posted in Audit Intern, bank perkreditan rakyat, bpr, sumber daya manusia | Leave a comment

Penyiapan File Laporan RBB dan Pengiriman via Apolo

Penyampaian laporan RBB BPR untuk tahun rencana 2018 wajib disampaikan secara online ke OJK melalui aplikasi Apolo selambat-lambatnya 15 Des 2017. Proses penyiapan file kirim dilakukan melalui aplikasi RBB Client.

Sebelum masuk ke aplikasi RBB Client, harus terlebih dahulu disiapkan 2 jenis file, yaitu:

  • File PDF untuk lampiran kualitatif yang isinya berupa uraian-uraian
  • File TXT untuk lampiran kuantitatif yang isinya berupa angka-angka

Penamaan file harus mengikuti ketentuan, berikut adalah daftar lampiran dan contoh penamaan file, dimana 601025 adalah sandi BPR, jadi harap diganti sesuai sandi BPR masing-masing.

RBB1

RBB2

RBB3

RBB4

Jenis file PDF dapat dibuat dengan menggunakan Ms.Word untuk format lampiran sesuai Surat Edaran OJK no 52/SEOJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis BPR. Setelah itu disimpan dengan extension PDF, atau menggunakan aplikasi konversi dari Word ke PDF.

Sedangkan jenis file TXT dapat dibuat dengan menginput langsung (atau link dari aplikasi lain) ke dalam aplikasi excel (Template Rencana Bisnis BPR yang disediakan oleh OJK), dimana pada setiap sheet yang diisi sudah disediakan fasilitas berupa formula konversi isian excel ke format TXT. Hasil konversi TXT ini dicopy ke aplikasi Notepade++ dan disimpan dengan nama sesuai ketentuan penamaan file lampiran TXT.

Langkah selanjutnya proses file PDF dan file TXT melalui aplikasi RBB Client. Jika berhasil maka akan terbentuk file kirim, sehingga dapat dilanjutkan pengiriman ke OJK melalui aplikasi RBB Client atau aplikasi Apolo.

Mungkin ada yg terkendala desimal, berbeda antara di excel dengan di txt, jangan panik, coba periksa format pada setting region di komputernya…

Semoga lancar…

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Untuk pertama kalinya BPR harus menyampaikan Laporan Pelaksanaan dan Pokok-pokok Hasil Audit Intern periode 31-12-2017

Pemenuhan Struktur Organisasi – Peraturan Otoritas Jasa Keuangan no 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan no 7/SEOJK.03/2016 tentang Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern BPR mewajibkan BPR:

  • membentuk Satuan Kerja Audit Intern (bagi BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp 50 miliar) atau
  • menunjuk seorang Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern (bagi BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp 50 miliar).

Pembentukan SKAI atau penunjukkan PE Audit Intern selambat-lambatnya 31-03-2017. Tugas dan tanggung jawab SKAI/PE Audit Intern adalah:

  • membantu tugas Direktur Utama dan Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan operasional BPR yang mencakup perencanaan, pelaksanaan maupun pemantauan hasil audit;
  • membuat analisis dan penilaian di bidang keuangan, akuntansi, operasional dan kegiatan lainnya paling sedikit dengan cara pemeriksaan langsung dan analisis dokumen;
  • mengidentifikasi segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana; dan
  • memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkatan manajemen.

Etika Auditor Intern – Auditor Intern harus memiliki Kode Etik Profesi yang antara lain mengacu pada Code of Ethics dari The Institute of Internal Auditors. Kode etik tersebut paling sedikit memuat keharusan untuk:

  • berperilaku jujur, santun, tidak tercela, objektif dan bertanggung jawab;
  • memiliki dedikasi tinggi;
  • tidak menerima dan tidak akan menerima apapun yang dapat mempengaruhi pendapat profesionalnya;
  • menjaga prinsip kerahasiaan sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan; dan
  • terus meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Sikap Mental Auditor Intern – Auditor Intern harus memiliki sikap mental yang baik yang tercermin dari:

  • Kejujuran,
  • Objektivitas,
  • Ketekunan, dan
  • Loyalitasnya kepada profesi.

Kewajiban Penyampaian Laporan – BPR wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan dan Pokok-pokok Hasil Audit Intern kepada Otoritas Jasa Keuangan setiap tahunnya, dan untuk pertama kalinya adalah periode yang berakhir 31-12-2017.

  1. Laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit intern paling sedikit memenuhi standar yaitu tertulis, diuraikan secara singkat dan mudah dipahami, objektif, konstruktif, dan sistematis.
  2. Laporan disusun oleh SKAI atau PE Audit Intern dan disampaikan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris dengan tembusan kepada anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan.
  3. Berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud pada angka 2), BPR menyampaikan laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit intern termasuk informasi hasil audit yang bersifat rahasia kepada Otoritas Jasa Keuangan.
  4. Laporan ditandatangani oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama serta disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat pada tanggal 31 Januari tahun berikutnya.

Laporan hasil audit periode 31-12-2017 disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan selambat-lambatnya 31-01-2018.

Zpro Consulting Transparan

 

Zpro Consulting memberikan pelatihan  untuk menyiapkan tenaga audit intern BPR, yang mampu:

  • memahami sistem pengendalian intern (spin)
  • menguasai metode-metode pemeriksaan
  • memahami standar pelaksanaan audit intern
  • membuat rencana kegiatan audit tahunan
  • membuat program audit
  • membuat kertas kerja audit
  • melaksanakan penugasan audit
  • membuat rumusan temuan audit
  • membuat laporan hasil audit dan tindak lanjut hasil audit
  • membuat laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit
  • melakukan dokumentasi dan administrasi audit

 

Lihat menu Jadwal Pelatihan

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pelatihan Menyusun RBB BPR

Zpro Consulting akan mengadakan training Menyusun Rencana Bisnis yang dilengkapi dengan penggunaan aplikasi excel untuk menghasilkan laporan proyeksi neraca dan laba/rugi sesuai format yang ditetapkan dalam lampiran SE OJK no 52/SEOJK.03/2017.

Spanduk RBB 2017

Agenda:

  1. Tempat Pelatihan: Hotel Luminor Jakarta, Jl Pecenongan no 35 Jakarta
  2. Tanggal: 13-14 Okt 2017
  • Jum’at, 13-10-2017 Jam 08:30 sd 17:00 Merencanakan target dan proyeksi dg aplikasi Zpro RBB
  • Sabtu, 14-10-2017 Jam 08:30 sd 12:00 Menyusun RBB sesuai format OJK, file kuantitatif dan kualitatif

Biaya Investasi:

  • Rp. 2.850.000,- tidak menginap
  • Rp. 3.500.000,- menginap 1 malam, sudah termasuk breakfast
  • Rp. 4.150.000,- menginap 2 malam, sudah termasuk breakfast
  • Rp. 4.800.000,- menginap 3 malam, sudah termasuk breakfast

Biaya tersebut sudah termasuk:

  • Flashdisk berisi program aplikasi Zpro RKAT versi 2017
  • Hak pakai aplikasi Zpro RKAT versi 2017
  • Modul pelatihan (jilid spiral) untuk tiap peserta
  • Sertifikat pelatihan untuk tiap peserta

Batas waktu pendaftaran: 11/10/2017 Jam 15:00 WIB

Surat penawaran dan formulir pendaftaran dapat di download disini:

Aplikasi Zpro RBB memiliki spesifikasi sbb:

  • Menggunakan Macro Microsoft Excel
  • Menerapkan konsep bottom up
  • Mengacu pada PA-BPR (SAK-ETAP)
  • Rencana Penyaluran Kredit dg metode Flat dan/atau Anuitas dengan jangka waktu sd 20 tahun
  • Mengatur keseimbangan penyaluran dana dengan penghimpunan dana
  • Neraca & Laba Rugi awal periode dapat menggunakan posisi Oktober kemudian diproyeksi ke Desember atau langsung input posisi bulan Desember.
  • Menghasilkan proyeksi neraca & Labarugi :
  • Bulanan, Triwulan, Smester
  • 1 Tahunan, 2 Tahunan, 3 Tahunan, 4 Tahunan, 5 Tahunan
  • Proyeksi Neraca dan Laba Rugi untuk BPR dg Modal Inti < Rp 50 miliar
  • Proyeksi Neraca dan Laba Rugi untuk BPR dg Modal Inti ≥ Rp 50 miliar
  • Menghasilkan perkiraan rasio-rasio keuangan atas proyeksi laporan keuangan
Posted in bank perkreditan rakyat, bpr, RBB, Rencana Bisnis, training, Uncategorized | Leave a comment