Restrukturisasi Kredit pada BPR

Sesi RestrukturRestrukturisasi Kredit*) adalah upaya perbaikan yang dilakukan bank dalam kegiatan perkreditan terhadap Debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Restrukturisasi dilakukan melalui:

  • Penjadwalan kembali;

  • Persyaratan kembali;

  • Penataan kembali

*) Peraturan Bank Indonesia  no. 8/19/PBI/2006 tentang KAP dan pembentukan PPAP BPR

PENJADWALAN KEMBALI

Perubahan jadwal pembayaran kewajiban Debitur atau jangka waktu.

PERSYARATAN KEMBALI

Perubahan sebagian atau seluruh persyaratan Kredit yang tidak terbatas pada perubahan jadual pembayaran, jangka waktu, dan/atau persyaratan lainnya sepanjang tidak menyangkut perubahan maksimum plafon Kredit.

PENATAAN KEMBALI

Perubahan persyaratan Kredit yang menyangkut penambahan fasilitas Kredit dan konversi seluruh atau sebagian tunggakan angsuran bunga menjadi pokok Kredit baru yang dapat disertai dengan penjadualan kembali dan/atau persyaratan kembali.

KRITERIA UNTUK RESTRUKTURISASI:

BPR dapat melakukan Restrukturisasi Kredit terhadap Debitur yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga Kredit; dan
  • Debitur memiliki prospek usaha yang baik dan diperkirakan mampu memenuhi kewajiban setelah Kredit direstrukturisasi.

KETENTUAN RESTRUKTURISASI:

BPR dilarang melakukan Restrukturisasi Kredit  apabila bertujuan hanya untuk menghindari:

  1. penurunan kualitas Kredit;
  2. peningkatan pembentukan PPAP; dan/atau
  3. penghentian pengakuan pendapatan bunga secara akrual.

Kualitas Kredit yang direstrukturisasi adalah:

  1. Setinggi-tingginya Kurang Lancar untuk Kredit yang sebelum direstrukturisasi memiliki kualitas Diragukan atau Macet; dan
  2. Tidak berubah, untuk Kredit yang sebelum direstrukturisasi memiliki kualitas Lancar atau Kurang Lancar.

Kualitas Kredit telah direstrukturisasi dapat menjadi:

  1. Lancar, apabila tidak terjadi tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga selama 3 (tiga) kali periode pembayaran secara berturut-turut; dan
  2. Sama dengan kualitas Kredit sebelum dilakukan Restrukturisasi Kredit, apabila Debitur tidak dapat memenuhi kondisi sebagaimana dimaksud pada butir 1).

CARA MELAKUKAN RESTRUKTURISASI KREDIT

  • Modifikasi syarat-syarat kredit:
  1. Penurunan suku bunga kredit;
  2. Perpanjangan jangka waktu kredit;
  3. Pengurangan tunggakan bunga;
  4. Pengurangan pokok kredit
  •  Penambahan fasilitas kredit baik melalui:
  1. Konversi seluruh atau sebagian tunggakan bunga;
  2. Penambahan fasilitas baru.
  • Ketentuan Modifikasi syarat-syarat kredit:
  1. Pembayaran yg akan diterima di masa depan (arus kas masa depan) berdasarkan persyaratan yg baru diukur sebesar nilai tunai.
  2. Nilai tunai dihitung dg menggunakan suku bunga kontraktual yg ditentukan pd awal pemberian kredit.
  3. Apabila nilai tunai lebih rendah dibandingkan nilai tercatat kredit pd saat direstrukturisasi, maka selisihnya diakui sebagai kerugian.
  • Ketentuan Penambahan fasilitas kredit dg konversi bunga:
  1. Penambahan nilai tercatat kredit diakui sebagai pendapatan bunga yg ditangguhkan.
  2. Pendapatan bunga yg ditangguhkan:
  • diamortisasi dan diakui sebagai pendapatan bunga apabila kredit termasuk kategori performing,
  • tidak diamortisasi dan tidak diakui sebagai pendapatan bunga apabila kredit termasuk kategori non performing.

MENGHITUNG NILAI TUNAI

Nilai Tunai

Selisih antara Pokok kredit yang direstrukturisasi dengan nilai tunai merupakan kerugian akibat restrukturisasi tersebut. BPR harus membukukan penyisihan kerugian restrukturisasi:

  • Dibukukan pada saat melakukan restrukturisasi
  • Amortisasi penyisihan kerugian restrukturisasi dibukukan sebagai Pendapatan bunga.
  • Amortisasi dilakukan saat penerimaan pembayaran bunga dari debitur.
  • Untuk kredit modal kerja (bukan angsuran), nilai amortisasi sebesar kenaikan nilai tercatat.
  • Untuk kredit dengan angsuran, nilai amortisasi dg metode garis lurus sesuai jangka waktu.

BEBAN KERUGIAN ATAS KREDIT YANG DIRESTRUKTURISASI:

Penyisihan kerugian atas kredit yang direstrukturisasi dihitung berdasarkan nilai saldo kredit setelah memperhitungkan kerugian restrukturisasi.

    n% x ( saldo kredit – nilai agunan )

dimana:

  • n % tergantung pada kolektibilitas kredit.
  • saldo kredit = baki debet – kerugian restrukturisasi.

Untitled

About zinsari

Zinsari adalah seorang professional trainer di bidang keuangan mikro. Ia menciptakan materi-materi pelatihan yang praktis dan bermanfaat bagi perkembangan keuangan mikro. Zinsari juga seorang master asesor dalam bidang asesmen kompetensi kerja serta sebagai lead asesor yang bertugas melakukan asesmen terhadap calon asesor.
This entry was posted in bank perkreditan rakyat, microfinance and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

40 Responses to Restrukturisasi Kredit pada BPR

  1. Yoga Sabana says:

    Pak Zinsari, saya orang awam yg tdak bgitu mngerti tentang perbankan. Saya mnta tlong pnjelasan tata cara dan urutan jika ingin mngajukan restrukturisasi kredit ini pak. Tntunya dgn bahasa yg org awam sprti sya ini bsa mngerti pak.
    Terima kasih bnyak.

    • zinsari says:

      Bpk. Yoga Sabana
      Bapak bisa mengajukan permohonan restrukturisasi ke Bank dimana bapap mendapatkan fasilitas pinjaman, dengan menyertakan alasannya. Selanjutnya pihak Bank yang melakukan proses, jika disetujui, maka bapak akan diberikan surat persetujuan untuk dilakukan restrukturisasi, yang selanjutnya ada proses administrasi untuk proses restrukturisasi tersebut.

      Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu pinjaman dapat dilakukan restrukturisasi dan juga berkaitan dengan kebijakan perkreditan yang ada pada Bank tersebut.
      Terima kasih

  2. meishie says:

    Pak,zinsari,sy nasabah sebuah bank,kredit saya akan di restrrak, yg sy herankan knp dari pihak bank,mengharuskan pelunasan kartu kreidit bank yg bersangkutan dulu,baru bisa palaksanaan rekstrat dilakukan,mmg kondisi kartu kredit uda macet ttp tiap bulannya sy angsur bayar sesuai kesepakatan dengan pihak kartu kredit,terima kasih pak atas perhatiannya

    • zinsari says:

      Ya, memang ada ketentuan dari pihak otoritas yg meminta bank tidak memberikan kredit kepada orang-orang yg mempunyai kredit bermasalah di perbankan.

      Kalau Restrukturisasi kredit, ketentuannya adalah:
      (1) Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga;
      (2) Debitur masih memiliki prospek usaha yang baik dan diperkirakan mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi;
      (3) Debitur memiliki itikad baik dan bersedia untuk memenuhi kewajiban setelah direstrukturisasi; dan
      (4) Debitur mengajukan permohonan restrukturisasi secara tertulis dan mencantumkan alasannya.

      Saya tidak tahu persis kebijakan internal bank tersebut, mungkin bank tersebut ingin memastikan nasabahnya tidak memiliki kewajiban ke bank lain, termasuk kartu kredit, sehingga tujuan restrukturisasinya dapat tercapai.

      Salam

  3. AFRIZAL says:

    PAK ZINSARI, perrhitungan Nilai tunai untuk Kredit restrukturisasi jika kredit tersebut plafon dan jangka waktu di tambah bagaimana ya pak.
    Apakah di hitung sebesar plafond setelah di tambah dan jangka waktu di tambah?

  4. Ronald says:

    Siang pak, apa yang menyebabkan restruktur untuk nasabah tidak dimungkinkan dilakukan oleh bank? Sebagai gambaran, kondisi usaha saya saat ini memang lagi turun, shg kemampuan bayar saya berkurang… sy sdh tdk mampu bayar 1 bln dan akan masuk di 2 bulan sekitar 1 minggu lagi.. sisa utang saya 104jt, dgn cicilan bulan terakhir sekitar 4,6jt dgn skema anuitas menurun… pengajuan perpanjangan waktu pembayaran menjadi 5thn dan ganti skema cicilan menjadi flat rp.2,8jt sdh dilakukan kepada bank ybs, namun jawaban org bank restruk tidak mungkin dilakukan dgn alasan pengajuan perpanjangan waktu 5thn dan cicilan 2,8jt tidak memungkinkan untuk penghasilan saya saat ini sebesar 6-7jt/bln, apakah pengajuan saya ini tidak mauk akal?… dan 1 hal lagi menurut orang bank, jika saya sdh masuk dalam golongan nasabah restruktur, kalau ada telat bayar 1 hari(bukan 1 bulan), jaminan saya di bank yang berupa serifikat rumah akan disita… apakah benar demikian… terima kasih atas jawaban dan perhatiannya…

    • zinsari says:

      Sebaiknya dibicarakan dengan pihak bank, apa jalan terbaiknya, yg jelas sebagai Nasabah bapak punya niat baik.
      Ketentuan telat bayar 1 hari akan disita, sepertinya tidak masuk akal… Coba minta ketentuan tertulis atau Perjanjian Kreditnya, apakah memang tercantum seperti itu?

      • AFRIZAL says:

        Siang pak zinsari.ada sedikti pertanyaan ini pak.untuk Nasabah yang di restukturisasi kondisi akhir nasabah Macet.maka akan di hitung nilai tunainya dan kapitalisasi bunga.Untuk Kapitaliasasi bunga dapat di amortisasi ke pendapatan bunga jika kondisi performing.untuk kondisi di atas jika macet di restruktuisasi kondisi terakhir nasabah KL (benar ya pak).maka dia masuk ke non permorming maka kapitalisasi bunganya masuk ke mana ya pak karena di akusi sebgai pendapatan bunga jika kondisinya hanya performing.mohon infonya pak.

      • zinsari says:

        Bunga yg dikapitalisasi tersebut dicatat sebagai Bunga yg ditangguhkan
        Jika kualitasnya sudah Lancar, baru boleh diakui sebagai pendapatan bunga.

        Terima kasih

  5. jojor says:

    amortisasi atas pendapatan bunga yang ditangguhkan dilakukan sepanjang kredit termasuk dalam kategori performing.yang ingin saya tanyakan:
    jika kredit yang direstrukturisasi dalam kategori non performing (diragukan) pendapatan yang ditangguhkan diakui sebagai apa?
    trims

    • zinsari says:

      Jika pada saat Restrukturisasi ada bunga yg dikapitalisasi, maka dicatat sebagai Bunga yg ditangguhkan
      Jika kualitasnya sudah Lancar, baru boleh diakui sebagai pendapatan bunga.

      Terima kasih

  6. Widodo says:

    Selamat malam Bapak Zinsari. Bagaimana kalau nilai tunai (present value) kredit yg direstrukturisasi lebih besar daripada saldo/baki debet kredit sebelum direstrukturisasi? Misalnya baki debet kredit macet sebesar Rp100.000.000, nilai tunai (present value) kredit yg direstrukturisasi sebesar Rp120.000.000. Apakah BPR boleh mengakui selisih tersebut sebagai keuntungan restrukturisasi kredit? Terima kasih

  7. Moh. Farid Wajdi says:

    Selamat siang Bapak Zinsari. Melanjutkan pembahasan mengenai pengakuan atas dampak restrukturisasi akan muncul pengakuan pendapatan bunga yang ditangguhkan. Pertanyaan kami, kapan pengakuan atas pendapatan bunga yang ditangguhkan tersebut ? Jika kolektibilitas sebelum restruktur sudah Diragukan atau Macet. Maka setelah restruktur menjadi Kurang Lancar. Apakah menunggu debitur lancar baru ada pengakuan ? Mohon penjelasan.

    Terima kasih

    Farid

  8. Qony Huriazqo says:

    Pak zin apakah ada perbedaan cara menghitung nilai tunai utk kredit yang direstruk yang disertai penurunan suku bunga? karena menurut auditor OJK nya, mereka sendiri belum memiliki cara baku dalam menghitung nilai tunai tersebut, dan nilai tunai kredit yang diturunkan sukubunga nya lebih rumit dari kredit yang cuma diperpanjang saja..

    Mohon sharing kan pak contoh perhitungan excell perhitungan nilai tunai nya ya pak.
    HR.Az-zarqoni
    (PD.BPR Rohul)
    Salah satu peserta Pelatihan RKAT Des 2014 – Jakarta)

  9. Qony Huriazqo says:

    Pak Zin, dalam perhitungan nilai tunai bagi kredit yang di restruk kami masih bigung, misalnya simulasinya sperti ini:
    Jika Plafond awal 100juta/24 bln, dan kredit direstruk pada saat kredit telah berjalan separuh dgn dan baki debet 50 Juta (Sisa jw = 12 bulan), yang kami pertanyakan jika kredit ingin diperpanjang (ditambah 12 bulan lagi) sehingga jangka waktu restruk menjadi (12 bln perpanjangan + 12 bulan sisa kredit yang lama = 24 bulan), nah apakah nilai tunai dihitung dengan jangka waktu 24 bulan (setelah direstruk?) atau 12 bulan sisa sebelum di restruk?

    • zinsari says:

      jangka waktu dihitung sejak tgl direstrukturisasi berapa jangka angsuran setelahnya. Jadi untuk kasus tsb berarti 24 bulan.

      • Qoni Huriazqo says:

        Ok pak, utk J.W Restrukturisasi kita pakai 24 bulan, kmudian dlm penghitungan nilai tunai, JW yang dipakai dlm menghitung diskonto itu dasarnya kan JW sebelum Restrukturisasi Kredit, dlm kasus ini JW sblm restrukturisasi kredit 24 (Sisa J.W = 12 bulan), maka nilai JW yang dijadikan dasar menghitung diskonto apakah sisa jangka waktu yang lama (12 bln) atau tetap 24 bln, krn jika memakai JW =24 bln (JW lama) setelah disimulasi rumus penghtung nilai tunai menghitung tidak selisih nilai tunai dgn nilai kredit, shingga tidak terdapat penyisihan PPAP akibat restrukturisasi kredit. pdhl nyatanya JW diperpanjang dari sisa 12 bln menjadi 24 bln.

      • zinsari says:

        Jangka waktu yg dipakai untuk menghitung nilai tunai itu adalah jangka waktu kredit sejak tanggal direstrukturisasi.. jadi tidak ada kaitan dg sisa jangka waktu yg sebelumnya…

  10. pandu jaya says:

    Pak zinsari saya mau nanya..
    Sy ada pinjaman di bank senilai 50 jt, 2.306000 dlm 36 bln.. telah sy angsur 7 bln dan nungak 7 bln, dengan sisa plafon 44929000 jt, bunga pinjaman 12.284.433 dan denda 2625167
    pihak bank menawarkan sy untuk restrukture.
    Dengan plaf 44929000 dengan angsrn 2jt slm 36 dan bunga srta denda tertungah masi ada dan pembayaran bunga trsebut di byrkan stelah pelunasan.. tolong bimbinganya pak zinsari, krn saya awan dlm mslh ini..

    • zinsari says:

      Sebaiknya dibicarakan dengan pihak bank ybs… Saya tidak tahu apa permasalahan yg bapak hadapi maupun pihak banknya.
      Meskipun demikian, tawaran restrukturisasi merupakan niat baik dari bank untuk memberi bapak kesempatan untuk menyelesaikan hutang bapak kpd bank tsb.
      Terima kasih

  11. Dadan Rusdinar says:

    Selamat Siang Pak, kalau Restrukturisasi dengan Kapitalisasi bunga, apakah tunggakan bunga tersebut ditambahkan ke Baki Debet yang direstruk.

  12. hadi says:

    selamat siang pa..mau nanya boleh ngga biaya-biaya yang terjadi saat kita merestruc kredit contohnya asuransi kita tambahkan kesisa baki debet sehingga baki debetnya bertambah dan menjadi plafond baru

  13. rian says:

    Mau tanya Pak kalau kondisi M ( Macet ) tapi masih ada niatan membayar dan pembayaran itu kurang setiap bulanya, Apa boleh Kita kita restrukturisasi menjadi lancar dan jadi kredit baru. Terimakasih

  14. sofi says:

    Selamat Sore Pa Zinsari, untuk restrukturisasi dengan mengkonversi tunggakan bunga menjadi plafon pinjaman baru, berarti tunggakan bunga tersebut juga dibebankan bunga lagi ya Pa..?

    misal : pokok tertunggak 10juta & Bunga tertunggak 5 juta ; bunga pinjaman awal 10 %
    direstrukturisasi plafon baru menjadi 15jt bunga 10 % , apakah seperti itu Pa ?

    • zinsari says:

      Betul dengan catatan tunggakan bunga tersebut belum dapat dibukukan sebagai pendapatan bunga… tetapi masih dicatat sebagai pendapatan bunga yg ditangguhkan…

  15. budi siswanto says:

    selamat siang Zinsari, berapa kali restrukturisasi yg di perbolehkan yg di atur dalam undang-undang Bank Indonesia

    • zinsari says:

      UU Bank Indonesia mengatur keberadaan lembaga Bank Indonesia, tidak mengatur BPR pak… Kalau restrukturisasi diatur di PBI, tetapi tidak ada ketentuan berapa kali boleh direstrukturisasi..

  16. Qoni Huriazqo says:

    Selamat malam pak Zin
    Sebelumnya kami ucapkan trimakasih krn sdh banyak membantu kami dalam memahami penerapan PA-BPR pada Restrukturisasi.

    Saat ini kami sdg menyusun format usulan/analisa Restrukturisasi, dimana dlm persepsi saya jika utk menganalisa kredit awal kita menuangkan analisa kebutuhan modal kerja yaitu dengan menghitung siklus perputaran persediaan, piutang,dll kemudian melakukan analisa kemampuan bayar dengan analisa Cash Flow,
    Selanjutnya utk restrukturisasi kita hanya menganalisa kemampuan bayar dengan Analisa Cashflow debitur. selanjutnya dalam analisa keuangan restruk, kira-kira data analisa keuangan apa saja yang mesti menjadi point penting dalam memutuskan seorang debitur dinyatakan layak / tidak utk diusulkan utk di restruk???

    • zinsari says:

      Untuk restrukturisasi yg perlu dianalisis adalah:
      1. Kemauan membayar
      2. Kemampuan membayar
      3. Kesempatan, dilihat dari prosep dari usahanya atau prospek bekerjanya…

      • QonyHuriazqo says:

        Perlu kita analisa rasio rasio neraca keuangannya lg ya pak? Rasio apa saja yg plg urgen jd indikator lyk direstruk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s