Edukasi Literasi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 1/SEOJK.07/2014 tanggal 14 Feb 2014 tentang Pelaksanaan Edukasi dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan kepada Konsumen dan/atau Masyarakat yang mulai berlaku sejak 6 Agustus 2014.

Apakah Literasi Keuangan itu?

Literasi Keuangan adalah kemampuan untuk memahami pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola sumber daya keuangan untuk mencapai kesejahteraan.

Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang dalam hal ini terdiri dari Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat, Perusahaan Efek, Penasihat Investasi, Bank Kustodian, Dana Pensiun, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Gadai, dan Perusahaan Penjaminan, baik yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional maupun secara syariah wajib menyelenggarakan Edukasi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan kepada Konsumen dan/atau masyarakat.

Pihak PUJK diwajibkan membuat rencana penyelenggaraan edukasi literasi tersebut dalam program tahunan dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

Rencana edukasi literasi paling kurang mencakup:

  • penetapan program kerja Edukasi sesuai dengan sasaran, strategi dan kebijakan PUJK;
  • evaluasi pelaksanaan rencana Edukasi periode sebelumnya;
  • penetapan kebutuhan biaya dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan rencana Edukasi.

Pihak PUJK juga diwajibkan melakukan evaluasi atas pelaksanaan rencana edukasi tersebut, yang mencakup:

  • perbandingan rencana Edukasi sebelumnya dengan realisasi pada setiap tahun;
  • pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dan hal-hal yang belum tercapai (jika ada) termasuk penjelasannya;
  • pelaksanaan strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan; dan
  • kendala yang dihadapi dan upaya-upaya pemecahan masalah yang dilakukan.

Pelaksanaan Edukasi berdasarkan kepada prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Inklusif
    Literasi Keuangan harus mencakup semua golongan masyarakat.
  2. Sistematis dan terukur
    Literasi Keuangan disampaikan secara terprogram, mudah dipahami, sederhana, dan pencapaiannya dapat diukur.
  3. Kemudahan akses
    Layanan dan informasi keuangan tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia dan mudah diakses.
  4. Kolaborasi
    Yang dimaksud dengan kolaborasi adalah melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara bersama-sama dalam mengimplementasikan Literasi Keuangan.

Perlu diketahui bahwa Pelaksanaan Edukasi kepada Konsumen dan/atau masyarakat disesuaikan dengan kemampuan dari PUJK. Pelaksanaan Edukasi tidak mencakup pemasaran produk dan/atau layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh PUJK. Edukasi dititikberatkan untuk menginformasikan fitur dasar produk dan/atau layanan jasa keuangan termasuk memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan manfaat, biaya dan risiko.

Kegiatan yang berupa pemberian bantuan sosial yang bersifat charity dapat merupakan pelaksanaan Edukasi apabila kegiatan tersebut dilakukan berkesinambungan dan dilaksanakan monitoring secara berkala.

About zinsari

Zinsari adalah seorang professional trainer di bidang keuangan mikro. Ia menciptakan materi-materi pelatihan yang praktis dan bermanfaat bagi perkembangan keuangan mikro. Zinsari juga seorang master asesor dalam bidang asesmen kompetensi kerja serta sebagai lead asesor yang bertugas melakukan asesmen terhadap calon asesor.
This entry was posted in bank, bank perkreditan rakyat, sumber daya manusia, Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Edukasi Literasi Keuangan

  1. indriani says:

    Tanks infonya bermanaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s