Era Baru Pengelolaan Aset Produktif BPR

Seperti diketahui bahwa Otoritas Jasa Keuangan di penghujung tahun 2018 telah menerbitkan Peraturan nomor 33/POJK.03/2018 tentang Kualitas Aset produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif BPR yang akan diberlakukan secara efektif tanggal 1 Desember 2019, meskipun ada kewajiban melakukan penyesuaian kebijakan perkreditan paling lambat 30 November 2019. Dengan demikian pada saat berlakunya POJK ini, Peraturan Bank Indonesia nomor 8/19/PBI/2006 tentang Kualitas Aktiva Produktif dan Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif BPR dan nomor 13/26/PBI/2011 tentang Perubahan atas PBI no 8/19/PBI/2006 tentang Kualitas Aktiva Produktif dan Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif BPR dicabut dan titak berlaku.

Disebutkan bahwa sehubungan dengan perkembangan industri bank perkreditan rakyat yang dinamis dan penuh tantangan dalam menghadapi risiko pengelolaan aset produktif, diperlukan penyelarasan ketentuan mengenai penetapan kualitas aset produktif dan pembentukan PPAP, untuk menciptakan industri bank perkreditan rakyat yang produktif, sehat dan mampu berdaya saing.

Berikut adalah beberapa catatan penting tentang Peraturan tersebut:

A.  Penyesuaian Kebijakan Perkreditan

  • BPR wajib memiliki kebijakan dan prosedur perkreditan yang mengacu pada Pedoman Kebijakan Perkreditan BPR sebagaimana diatur dalam POJK nomor 33/POJK.03/2018.
  • Kebijakan Perkreditan wajib disetujui oleh Dewan Komisaris dan disampaikan kepada OJK paling lambat 30 Nov 2019. Selanjutnya setiap perubahan kebijakan perkreditan wajib disampaikan kepada OJK paling lambat 30 hari kerja sejak tanggal perubahan.

B.  Pengawasan Efektif Dewan  Komisaris

Dewan Komisaris wajib melakukan pengawasan efektif terhadap pelaksanaan

kebijakan perkreditan yang meliputi:

  • Menelaah dan menyetujui kebijakan perkreditan yang diusulkan Direksi.
  • Mengawasi pelaksanaan tanggung jawab Direksi terhadap penerapan kebijakan dan prosedur perkreditan.
  • Melaporkan hasil pengawasannya kepada OJK dalam laporan pengawasan rencana bisnis.

C.  Penetapan Kualitas Aset Produktif

  1. Kualitas aset produktif dalam bentuk kredit kepada 1 debitur atau 1 proyek usaha dengan jumlah paling banyak Rp 5 miliar dinilai berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga.
  2. Kualitas aset produktif dalam bentuk kredit kepada 1 debitur atau 1 proyek usaha dengan jumlah lebih dari Rp 5 miliar dinilai berdasarkan: prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar.
  3. Kualitas aset produktif dalam bentuk kredit terdiri atas Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan dan Macet.
  4. Kualitas aset produktif dalam bentuk SBI ditetapkan Lancar.
  5. Kualitas aset produktif dalam bentuk penempatan pada bank lain terdiri atas Lancar, Kurang Lancar dan Macet.

D.  Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP)

  1. PPAP umum paling sedikit 0.5% untuk aset produktif lancar.
  2. PPAP khusus paling sedikit 3% dari aset produktif dalam perhatian khusus setelah dikurangi nilai agunan, 10% dari aset produktif kurang lancar setelah dikurangi nilai agunan, 50% dari aset produktif diragukan setelah dikurangi nilai agunan, dan 100% dari aset produktif macet setelah dikurangi nilai agunan.
  3. Penerapan PPAP khusus untuk aset produktif kualitas dalam perhatian khusus dilakukan secara bertahap, yaitu 0.5% (01/12/2019 sd 30/11/2010), 1% (01/12/2020 sd 30/11/2021) dan 3% sejak 01/12/2021
  4. Nilai agunan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang harus memenuhi ketentuan dalam POJK tersebut.
  5. Bagian dari penempatan pada bank lain yg memenuhi persyaratan kriteria penjaminan LPS dapat dijadikan pengurang dalam pembentukan PPAP umum dan PPAP khusus.

E.  Relaksasi Ketentuan Agunan Yang Diambil Alih

Selama ini AYDA dapat menjadi solusi penyelesaian kredit macet, namun menjadi risiko bagi BPR ketika AYDA tidak dapat diselesaikan dalam waktu 12 bulan, karena wajib diperhitungkan sebagai pengurang dalam perhitungan KPMM sebesar 100% dari nilai AYDA untuk AYDA yang dimiliki lebih dari 1 tahun.

Pada Peraturan 33/POJK.03/2018 diatur bahwa AYDA berupa tanah/bangunan dengan hak milik, hak guna bangunan ataupun sewa, yang tidak dapat diselesaikan wajib diperhitungkan sebagai pengurang modal inti dalam perhitungan KPMM sebesar:

  • 50% dari nilai AYDA untuk AYDA yang dimiliki lebih dari 1 tahun sampai dengan 3 tahun.
  • 75% dari nilai AYDA untuk AYDA yang dimiliki lebih dari 3 tahun sampai dengan 5 tahun.
  • 100% dari nilai AYDA untuk AYDA yang dimiliki lebih dari 5 tahun.

AYDA berupa hipotek atau fidusia berupa kendaraan bermotor, kapal, perahu bermotor, alat berat, dan/atau mesin yang menjadi satu kesatuan dengan tanah, yang tidak dapat diselesaikan wajib diperhitungkan sebagai pengurang modal inti dalam perhitungan KPMM sebesar:

  • 50% dari nilai AYDA untuk AYDA yang dimiliki lebih dari 1 tahun sampai dengan 2 tahun.
  • 100% dari nilai AYDA untuk AYDA yang dimiliki lebih dari 2 tahun.

Relaksasi mengenai AYDA yang tidak terselsesaikan dalam 1 tahun hingga 5 tahun, maka perlu diikuti dengan sinkronisasi ketentuan perhitungan ATMR dan perhitungan Modal Inti yang saat ini berdasarkan Surat Edaran OJK nomor 8/SEOJK.03/2016  mengenai KPMM hanya mengatur AYDA berdasarkan jangka waktu 12 bulan saja.

Segera dijadwalkan

About zinsari

Zinsari adalah seorang professional trainer di bidang keuangan mikro. Ia menciptakan materi-materi pelatihan yang praktis dan bermanfaat bagi perkembangan keuangan mikro. Zinsari juga seorang master asesor dalam bidang asesmen kompetensi kerja serta sebagai lead asesor yang bertugas melakukan asesmen terhadap calon asesor.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Era Baru Pengelolaan Aset Produktif BPR

  1. Rino says:

    Selamat siang pak, mohon informasinya untuk debitur yang masuk dalam kategori DPK tsb, untuk setelah keterlambatan berapa hari? apakah DPD 1 + ataukah DPD 30+?
    Terima kasih sebelumnya dan sukses selalu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s